Rabu, 16 Oktober 2019 | 00.20 WIB
Metro24Jam>Sport>Legenda F1 Niki Lauda Meninggal Dunia di Usia 70 Tahun

Legenda F1 Niki Lauda Meninggal Dunia di Usia 70 Tahun

Selasa, 21 Mei 2019 - 12:43 WIB

SWISS, metro24jam.com – Legenda Formula 1 Niki Lauda tutup usia pada 70 tahun. Juara dunia tiga kali itu merebut gelar F-1 untuk Ferrari pada 1975 dan 1977 dan kemudian bersama McLaren pada 1984.

Lauda mengalami luka bakar parah pada tahun 1976 dalam kecelakaan Formula 1 sebelum kemudian menjadi pengusaha maskapai penerbangan Lauda Air. Dia juga baru saja menjalani transplantasi paru ganda pada Agustus 2018 lalu.

Melansir Mirror, Senin (21/5/2019), sebuah pernyataan membenarkan bahwa Lauda menghembuskan nafas terakhirnya dikelilingi oleh keluarganya, Senin (21/5/2019).

“Jauh dari publik, dia adalah suami, ayah dan kakek yang penuh kasih dan perhatian. Kami akan sangat merindukannya,” bunyi email yang ditandatangani keluarga Lauda.

Pers Austria sebelumnya melaporkan, Lauda sedang menjalani dialisis di sebuah klinik swasta di Swiss. Lauda sebelumnya telah menjalani transplantasi ginjal pada tahun 1997 dan 2005.

“Karena masalah ginjal, ia harus dipindahkan dari pusat rehabilitasi ke klinik swasta untuk cuci darah,” kata ​​Florian, saudara laki-laki Niki.

Di awal tahun, Lauda harus kembali masuk rumah sakit di Wina akibat flu, lima bulan setelah dia menjalani transplantasi paru-paru.

Pria berusia ​​69 itu diterbangkan pada awal Januari lalu dari Ibiza, tempat dia sedang berlibur, ke salah satu rumah sakit di ibukota Austria.

Itu adalah episode lain dalam beberapa masalah kesehatan jangka panjang bagi mantan pebalap asal Austria tersebut.

Lauda mengalami luka bakar mengerikan ketika dia ditarik dari reruntuhan Ferrari-nya oleh Arturo Merzario dan Guy Edwards 32 tahun lalu.

Seusai kecelakaan tersebut, Lauda absen hanya dua balapan dan kembali ke sirkut hanya enam pekan kemudian, meskipun dia harus kehilangan gelar juara dunianya kepada James Hunt.

“Ketika saya mengalami kecelakaan di Jerman, pertanyaan ketika itu adalah ‘satu bulan atau lebih,” kata Ketua non-eksekutif Mercedes itu mengenang kejadian tersebut.

“Ya, saya mengalami luka bakar, saya terbakar, tetapi saya pulih dengan cepat. Kali ini sangat panjang tetapi saya masih di sini. Saya harus jujur: tidak, saya tidak pernah takut. Saya berada di tangan spesialis yang luar biasa. Saya menaruh kepercayaan pada mereka,” ungkap Lauda ketika itu.

“Aku tahu itu akan sulit, sangat sulit. Dalam kondisi ini, aku tahu hanya ada satu hal yang bisa aku lakukan: bertarung. Aku melakukan itu setiap saat dan aku masih melakukannya sekarang,” imbuhnya.

Lauda dikaruniai dua putra dari pernikahan pertamanya dengan Marlene Knaus.

Pada 2008 ia menikah dengan Birgit Wetzinger, yang berusia 30 tahun lebih muda dan menjadi pramugari untuk maskapai penerbangannya.

Niki Lauda dan istrinya Birgit. (via Mirror)

Tiga tahun sebelumnya menyusul kegagalan transplantasi ginjal yang diperoleh dari saudaranya, Birgit yang masih berusia 26 tahun ketika menyumbangkan salah satu organ tubuhnya kepada sang legenda F1 tersebut.

“Kami telah berpacaran selama delapan bulan ketika saya memiliki masalah ginjal,” kata Lauda dalam sebuah wawancara.

“Dia melakukan tes, dan cocok. Setelah lama memikirkannya, kami pergi dan ketika mereka mendorongnya pergi ke rumah sakit, aku berdoa agar tidak ada yang terjadi padanya. Aku punya ginjal dan berfungsi 100 persen benar, ini luar biasa!”

September 2009, Birgit kemudian melahirkan bayi kembar, laki-laki dan perempuan yang diberi nama Max dan Mia.

Pada pertempuran penyakitnya belum lama ini, legenda Austria itu mengatakan: “Saya berada di rumah sakit sampai dua hari lalu, sekarang saya mendapat izin untuk pulang dan akan terbang ke Ibiza di mana saya akan menghabiskan Natal bersama keluarga.”

“Saya harus melakukan latihan selama enam setiap hari, dibantu dua pelatih yang tidak meninggalkan saya walau sejenak. Tetapi saya kembali ke empat dinding saya–udara bersih, cuaca yang tidak buruk seperti di Austria.”

“Mereka mengatakan, dalam sebulan saya akan berada dalam performa terbaik dan siap untuk pergi lagi. Melakukan apa? Kehidupan saya yang biasa–mengikuti Formula Satu, mengapa tidak?”

Juara F1 tiga kali Lauda masih sempat menyaksikan Hamilton memimpin Mercedes meraih gelar tahun lalu dari ranjang rumah sakit.

“Saya tak pernah melewatkan satu pun Grand Prix, meski saya sedang mendapat banyak infus,” kata Lauda.

Setelah meninggalkan Ferrari, Lauda tidak begitu sukses selama dua tahun bersama Brabham. Dia kemudian absen selama dua tahun berikutnya sebelum kembali ke F1 lagi selama empat musim bersama McLaren.

Lauda kemudian memenangkan gelar 1984 dengan keunggulan hanya setengah poin di atas rekan setimnya Alain Prost.

Mantan rekan-rekan setimnya di McLaren mengatakan, “Semua yang ada di McLaren sangat sedih mengetahui bahwa teman kami, kolega dan Juara Dunia Formula 1 1984, Niki Lauda, ​​telah meninggal dunia.”

“Niki akan selamanya berada di hati kita dan diabadikan dalam sejarah kita,” ungkap mereka.

Selama istirahat pertamanya dari Brabham, Lauda mendirikan maskapai penerbangan charter. Dia kemudian kembali mengatur bisnis penerbangannya secara penuh setelah mundur dari balap.

Melalui 1980-an dan 1990-an, ia membangun ‘Lauda Air’ menjadi maskapai penerbangan internasional dengan penerbangan jarak jauh dari Austria di seluruh dunia sebelum bergabung dengan Austrian Airlines pada 2012.

Lauda juga kembali ke F1 dalam peran manajemen, pertama dengan Ferrari pada 1990-an dan kemudian Mercedes, di mana dia diangkat sebagai ketua non-eksekutif pada 2012.

Lauda mendapat kredit ketika membantu membawa juara F1 lima kali Lewis Hamilton ke tim dari McLaren. (mir/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Kapolres Tapsel Buka Turnamen Futsal dan Festival Nasyid se-Tabagsel
SPORT - Selasa, 15 Oktober 2019 - 10:01 WIB

Kapolres Tapsel Buka Turnamen Futsal dan Festival Nasyid se-Tabagsel

Tournamen Futsal 'Kapolres Cup' dan Festival Nasyid antar Pelajar dan Mahasiswa (Putra dan Putri) se Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan), dalam ...
Perebutkan Trofi Bergilir Bupati Labuhanbatu, 51 Tim Bakal Bertarung di Turnamen Voli KNPI Cup III
SPORT - Senin, 14 Oktober 2019 - 18:16 WIB

Perebutkan Trofi Bergilir Bupati Labuhanbatu, 51 Tim Bakal Bertarung di Turnamen Voli KNPI Cup III

Menyambut Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-91, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Labuhanbatu menggelar kejuaraan Bola ...
PRSI Asahan Lepas 6 Atlet Renang Ikuti Kejuaraan Poldasu Toba Lake Fiesta 2019
SPORT - Kamis, 10 Oktober 2019 - 16:23 WIB

PRSI Asahan Lepas 6 Atlet Renang Ikuti Kejuaraan Poldasu Toba Lake Fiesta 2019

Pengurus Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Asahan memberangkatkan 6 atlet untuk mengikuti Kejuaraan Renang Poldasu Toba Lake 2019 di Pantai ...
Kalahkan Batak United 8-2, PSDS Wakili Sumut ke Liga 3 Regional
Bola - Minggu, 29 September 2019 - 19:39 WIB

Kalahkan Batak United 8-2, PSDS Wakili Sumut ke Liga 3 Regional

PSDS Deliserdang berhasil menjadi juara 3 Liga 3 Sumut usai mengalahkan Batak United dengan skor 8-2 di Stadion Teladan, Medan, ...
Patumbak Tuan Rumah Gala Desa Kemenpora 2019
SPORT - Minggu, 29 September 2019 - 19:33 WIB

Patumbak Tuan Rumah Gala Desa Kemenpora 2019

Menpora diwakili Asisten Deputy Kebudayaan Olahraga Alman Hudri meresmikan pembukaan Gala Desa Deliserdang 2019 di Lapangan Bolakaki Patumbak 1, Minggu ...
Kalah 1-0 dari PS Bhinneka, PSDS Tetap Melaju ke Semi Final Liga 3 Sumut
Bola - Minggu, 22 September 2019 - 21:36 WIB

Kalah 1-0 dari PS Bhinneka, PSDS Tetap Melaju ke Semi Final Liga 3 Sumut

PSDS Deliserdang dipaksa bertekuk lutut oleh PS Bhinneka dengan skor 1-0 di Stadion Mini Pancing, Percut Seituan, Minggu (22/9/2019). Meski ...